AGAMA
Iman kepada Rasul Allah termasuk rukun iman yang keempat
dari enam rukun yang wajib diimani oleh setiap umat Islam. Yang dimaksud iman
kepada para rasul ialah meyakini dengan sepenuh hati bahwa para rasul adalah
orang-orang yang telah dipilih oleh Allah swt. untuk menerima wahyu dariNya
untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia agar dijadikan pedoman hidup demi
memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Pengertian rasul dan nabi berbeda. Rasul adalah manusia pilihan yang diberi wahyu
oleh Allah SWT untuk dirinya sendiri dan mempunyai kewajiban untuk menyampaikan
kepada umatnya.Nabi adalah manusia pilihan
yang di beri wahyu oleh Allah SWT untuk dirinya sendiri tetapi tidak wajib
menyampaikan pada umatnya. Dengan demikian seorang rasul pasti nabi tetapi nabi
belum tentu rasul. Meskipun demikian kita wajib meyakini keduanya.
Shiddiq
Shiddiq artinya benar.
Bukan hanya perkataannya yang benar, tapi juga perbuatannya juga benar. Sejalan
dengan ucapannya. Beda sekali dengan pemimpin sekarang yang kebanyakan hanya
kata-katanya yang manis, namun perbuatannya berbeda dengan ucapannya.
Mustahil Nabi itu bersifat
pembohong/kizzib, dusta, dan sebagainya.
وَمَا يَنطِقُ عَنِ ٱلْهَوَىٰٓ
Dan tiadalah yang
diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya.
إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْىٌۭ يُوحَىٰ
Ucapannya itu tiada lain
hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya” [An Najm/53: 4-5]
Tabligh
Tabligh artinya
menyampaikan. Segala firman Allah yang ditujukan oleh manusia, disampaikan oleh
Nabi. Tidak ada yang disembunyikan meski itu menyinggung Nabi.
لِّيَعْلَمَ أَن قَدْ أَبْلَغُوا۟ رِسَٰلَٰتِ رَبِّهِمْ وَأَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَأَحْصَىٰ كُلَّ شَىْءٍ عَدَدًۢا
“Supaya Dia mengetahui,
bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya,
sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia
menghitung segala sesuatu satu persatu.” [Al Jin/72: 28]
“Dia (Muhammad) bermuka
masam dan berpaling, karena telah datang seorang buta kepadanya” ['Abasa/80:
1-2]
Dalam suatu riwayat
dikemukakan bahwa firman Allah S.80:1 turun berkenaan dengan Ibnu Ummi Maktum
yang buta yang datang kepada Rasulullah saw. sambil berkata: “Berilah petunjuk
kepadaku ya Rasulullah.” Pada waktu itu Rasulullah saw. sedang menghadapi para
pembesar kaum musyrikin Quraisy, sehingga Rasulullah berpaling daripadanya dan
tetap mengahadapi pembesar-pembesar Quraisy. Ummi Maktum berkata: “Apakah yang
saya katakan ini mengganggu tuan?” Rasulullah menjawab: “Tidak.” Ayat ini
(S.80:1-10) turun sebagai teguran atas perbuatan Rasulullah saw.
(Diriwayatkan oleh
at-Tirmidzi dan al-Hakim yang bersumber dari ‘Aisyah. Diriwayatkan pula oleh
Ibnu Ya’la yang bersumber dari Anas.)
Sebetulnya apa yang
dilakukan Nabi itu menurut standar umum adalah hal yang wajar. Saat sedang
berbicara di depan umum atau dengan seseorang, tentu kita tidak suka
diinterupsi oleh orang lain. Namun untuk standar Nabi, itu tidak cukup. Oleh
karena itulah Allah menegurnya.
Sebagai seorang yang
tabligh, meski ayat itu menyindirnya, Nabi Muhammad tetap menyampaikannya
kepada kita. Itulah sifat seorang Nabi.
Tidak mungkin Nabi itu
Kitman atau menyembunyikan wahyu.
Amanah
Amanah artinya benar-benar
bisa dipercaya. Jika satu urusan diserahkan kepadanya, niscaya orang percaya
bahwa urusan itu akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itulah
Nabi Muhammad SAW dijuluki oleh penduduk Mekkah dengan gelar “Al Amin” yang
artinya terpercaya jauh sebelum beliau diangkat jadi Nabi. Apa pun yang beliau
ucapkan, penduduk Mekkah mempercayainya karena beliau bukanlah orang yang
pembohong.
“Aku menyampaikan
amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya
bagimu.” [Al A'raaf/7: 68]
Mustahil Nabi itu khianat
terhadap orang yang memberinya amanah.
Ketika Nabi Muhammad SAW
ditawari kerajaan, harta, wanita oleh kaum Quraisy agar beliau meninggalkan
tugas ilahinya menyiarkan agama Islam, beliau menjawab:
”Demi Allah…wahai paman,
seandainya mereka dapat meletakkan matahari di tangan kanan ku dan bulan di
tangan kiri ku agar aku meninggalkan tugas suci ku, maka aku tidak akan
meninggalkannya sampai Allah memenangkan (Islam) atau aku hancur karena-Nya”……
Meski kaum kafir Quraisy
mengancam membunuh Nabi, namun Nabi tidak gentar dan tetap menjalankan amanah
yang dia terima.
Seorang Muslim harusnya
bersikap amanah seperti Nabi.
Fathonah
Fathonah artinya Cerdas.
Mustahil Nabi itu bodoh atau jahlun. Dalam menyampaikan 6.236 ayat Al Qur’an
kemudian menjelaskannya dalam puluhan ribu hadits membutuhkan kecerdasan yang
luar biasa.
Nabi harus mampu
menjelaskan firman-firman Allah kepada kaumnya sehingga mereka mau masuk ke
dalam Islam. Nabi juga harus mampu berdebat dengan orang-orang kafir dengan
cara yang sebaik-baiknya.
Apalagi Nabi mampu
mengatur ummatnya sehingga dari bangsa Arab yang bodoh dan terpecah-belah serta
saling perang antar suku, menjadi satu bangsa yang berbudaya dan berpengetahuan
dalam 1 negara yang besar yang dalam 100 tahun melebihi luas Eropa. Negara
tersebut membentang dari Spanyol dan Portugis di Barat hingga India Barat.
1. Menegakkan Kalimat tauhid
(kalimat : Laa ilaaha illallaah)
· Firman Allah SWT didalam kitab suci Al-Qur’an:
· Firman Allah SWT didalam kitab suci Al-Qur’an:
“Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.” (QS. Al-Anbiya: 25)
2. Menyeru manusia untuk menyembah hanya kepada Allah.
· Firman Allah SWT :
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat untuk menyerukan : “Sembahlah Allah saja dan jauhilah thoghut….” (QS. An-Nahl: 36)
3. Membawa Rahmat
· Allah SWT berfirman didalam kitab suci Al-Qur’an:
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya: 107)
4. Memberikan petunjuk kejalan yang benar.
· Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran, sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan…” (QS. Fathir: 24)
5. Memberi peringatan kepada manusia
· Allah SWT Berfirman:
“Dan tidaklah Kami mengutus para Rasul itu, melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan …” (QS. Al-An’am: 48)
6. Memberi suri teladan yang baik.
· Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Sesungguhnya aku diutus semata-mata untuk menyempurnakan akhlak.” (HR. Ahmad) وَمِنْهُم مَّن يُؤْمِنُ بِهِۦ وَمِنْهُم مَّن لَّا يُؤْمِنُ بِهِۦ ۚ وَرَبُّكَ أَعْلَمُ بِٱلْمُفْسِدِينَ
Di antara
mereka ada orang-orang yang beriman kepada Al Quran, dan di antaranya ada
(pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Tuhanmu lebih mengetahui
tentang orang-orang yang berbuat kerusakan.
مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ
بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ أَنَّهُۥ مَن قَتَلَ نَفْسًۢا بِغَيْرِ نَفْسٍ
أَوْ فَسَادٍ فِى
ٱلْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ ٱلنَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَآ أَحْيَا ٱلنَّاسَ جَمِيعًا ۚ
وَلَقَدْ جَآءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِٱلْبَيِّنَٰتِ ثُمَّ إِنَّ
كَثِيرًا مِّنْهُم بَعْدَ ذَٰلِكَ فِى
ٱلْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ
Oleh
karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa
yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain,
atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah
membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang
manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan
sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa)
keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu
sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.
(QS: Al-Maidah Ayat: 32)
(QS: Al-Maidah Ayat: 32)
·
Kaum
yang didakwahi rasullulah saw tidak semuanya beriman
·
Alllah
swt adalah zat yang maha mengetahui
orang2 yang berbuat kerusakan
·
Kita
harus bersikap toleran kepada mereka yang tdk beriman
·
Salah
satu bentuk seikpa toleran adalah menyerahkan semua pekerjaan mereka sesua keyakinan dan kita tidak mengikuti
tidakmengikuti keyakinan yang merek anut
·
Contoh
ucapan yang menceerminkan sikap toleran : untuukk agamaku, dan untukmu agamam
·
Berbuat
kerusakan di muka bumi sama dengn MWMBUNUH GENAERASI MANUSIA YANG ADA
·
MEMELIHARA
HAK SESEORANG SESAMA MANUSIA SAMA HLA HALNYA DENGAN MEMELIHARA
·
BANI
ISRAIL ADALAH KELOMPOK BANGSA YANG BANYAK MELAMPAUI BATAS MESKIPUN TELAH
DIDAKWAHI OLEH PARA RASUL ALLHA DENGAM MEMBAWA SEJUMLAH BUKTI DAN KETERANG YANG
SANGAT JELAS
Berbagai perbedaan ya ada di masyaraakat yang
harus kita sikapi dengan penuh toleransi di antaranya adalah sebagai berikut .
a. Perbedaan dalam
masalah keyakinan dan kehidupan beragama
b. Perbedaan dalam masalah
bahasa dan suku bangsa
c. Perbedaan dalam masalah
budaya dan adat istiadat
d. Perbedaan dalam masalah
politik, hak pilij, dan lain sebagainya.
Prilaku
yang menunjukkan sikap toleransi :
Ø Sikap toleransi dalam hal
keyakinan dan kehidupan agama
-
Mengakui
adanya berbegai keyakinan dan keragaman beragama
-
Tidak
memaksa orang lain memilih agama sesuai dengaan agama kita
-
Membiarkan
orang lain untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama kita
-
Membiarkan
orangg lain untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan keyakinannya
masing-masing
-
Tidak
menggangu mereka saat beribadah
-
Menghilangkan
rasa curiga dan burus sangka terhadap mereka yang berlainan agama
-
Saling
memberikan bantuan social
Ø Sikap toleransi dalam hal
budaya dan adat istiadata
-
Mengakui
adanya berbagai budaya dan adat istiadat
-
Mempersilakan
orang lain untuk mengembangkan budaya dan dan istiadat masing2
-
Tidak
saling menjelekk-jelkkan budaya dan adat istiadat antara satu dengan yang
lainnya
-
Memberikan
dukungan dan apresiasi terhadap siapa saja yang telah berusaa melestarikan dan
mengembangngkan budaya serta adat istiadatnya yang tidak bertentangan dengan agama
dan keyakinan islam
-
Mennjadikan
budaya dan adat istiadat sebagai perekat keutuhan bangsa dan Negara dengan
berbagai aksi kegiatan social
Ø Sikap toleransi dalam hal
bahasa dan suku bangsa
-
Mengakui
adanya keragaman bahasa dan suku bangsa
-
Menghormati
orang lain yang menggunakan bahasa sesuai dengan suku bangsanya masing-masing.
-
Tidak
saling menghina dan merendahkan suku bangsa lain yang penuh denga keunikan
-
Ikut
serta dalam melestarikan warisan bahasa dan suku bangsa yang ada
Ø Sikap toleran dalam hal politik
dan menentukan hal pilih
-
Mengakui
adanya perbedaan kehendak dalam berpolitik dan menetukan hak pilih
-
Menghargai
mereka yang berbeda engan kita alam menyalurkkan
-
Tidak
memaksakan hak pilih orang lain
-
Tidak
saling menjatuhkan dan merendahkan hak pilih orang lain
-
Bekerja
sama dalam ksi kegiatan
Prilaku yang mencerminkan
kerukan
-
Menjaga
kebersamaan dan tali silaturahmi dengan berbagai aktivits positif
-
Bersikap
rendah hati dan bertawaduk terhadap sesama manusia
-
Mengakui
dan menghormati setiap perbedaan yang ada di sekitar kita
-
Memiliki
kepekaan social yang tinggi terhadap masyrakat dan lingkungan yang ada di
sekitarnya
-
Menjaga
perasaan orang lain agar tidak tersakiti dengan apa yang kita ucapkan dan apa
kita lakukan
-
Mendahulukan
musyawarah atau komunikasi dalam setiap menyelesaikan masalah
-
Memaffkann
orang-orang yang melakukan kesalahan terhadap kita
toleransi : sikap peduli dengan sesama
kerukunan : suasana dalam suatu tempat tanpa adanya kerusuhan
kerukunan : suasana dalam suatu tempat tanpa adanya kerusuhan




Tidak ada komentar:
Posting Komentar