viewers

Senin, 09 Maret 2015

Ringkasan Agama ISLAM MID semester 1

AGAMA
Iman kepada Rasul Allah termasuk rukun iman yang keempat dari enam rukun yang wajib diimani oleh setiap umat Islam. Yang dimaksud iman kepada para rasul ialah meyakini dengan sepenuh hati bahwa para rasul adalah orang-orang yang telah dipilih oleh Allah swt. untuk menerima wahyu dariNya untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia agar dijadikan pedoman hidup demi memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Pengertian rasul dan nabi berbeda. Rasul adalah manusia pilihan yang diberi wahyu oleh Allah SWT untuk dirinya sendiri dan mempunyai kewajiban untuk menyampaikan kepada umatnya.Nabi adalah manusia pilihan yang di beri wahyu oleh Allah SWT untuk dirinya sendiri tetapi tidak wajib menyampaikan pada umatnya. Dengan demikian seorang rasul pasti nabi tetapi nabi belum tentu rasul. Meskipun demikian kita wajib meyakini keduanya.
Shiddiq
Shiddiq artinya benar. Bukan hanya perkataannya yang benar, tapi juga perbuatannya juga benar. Sejalan dengan ucapannya. Beda sekali dengan pemimpin sekarang yang kebanyakan hanya kata-katanya yang manis, namun perbuatannya berbeda dengan ucapannya.
Mustahil Nabi itu bersifat pembohong/kizzib, dusta, dan sebagainya.
وَمَا يَنطِقُ عَنِ ٱلْهَوَىٰٓ
Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya.
إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْىٌۭ يُوحَىٰ
Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya” [An Najm/53: 4-5]
Tabligh
Tabligh artinya menyampaikan. Segala firman Allah yang ditujukan oleh manusia, disampaikan oleh Nabi. Tidak ada yang disembunyikan meski itu menyinggung Nabi.
لِّيَعْلَمَ أَن قَدْ أَبْلَغُوا۟ رِسَٰلَٰتِ رَبِّهِمْ وَأَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَأَحْصَىٰ كُلَّ شَىْءٍ عَدَدًۢا
“Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.” [Al Jin/72: 28]
“Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, karena telah datang seorang buta kepadanya” ['Abasa/80: 1-2]
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa firman Allah S.80:1 turun berkenaan dengan Ibnu Ummi Maktum yang buta yang datang kepada Rasulullah saw. sambil berkata: “Berilah petunjuk kepadaku ya Rasulullah.” Pada waktu itu Rasulullah saw. sedang menghadapi para pembesar kaum musyrikin Quraisy, sehingga Rasulullah berpaling daripadanya dan tetap mengahadapi pembesar-pembesar Quraisy. Ummi Maktum berkata: “Apakah yang saya katakan ini mengganggu tuan?” Rasulullah menjawab: “Tidak.” Ayat ini (S.80:1-10) turun sebagai teguran atas perbuatan Rasulullah saw.
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan al-Hakim yang bersumber dari ‘Aisyah. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Ya’la yang bersumber dari Anas.)
Sebetulnya apa yang dilakukan Nabi itu menurut standar umum adalah hal yang wajar. Saat sedang berbicara di depan umum atau dengan seseorang, tentu kita tidak suka diinterupsi oleh orang lain. Namun untuk standar Nabi, itu tidak cukup. Oleh karena itulah Allah menegurnya.
Sebagai seorang yang tabligh, meski ayat itu menyindirnya, Nabi Muhammad tetap menyampaikannya kepada kita. Itulah sifat seorang Nabi.
Tidak mungkin Nabi itu Kitman atau menyembunyikan wahyu.
Amanah
Amanah artinya benar-benar bisa dipercaya. Jika satu urusan diserahkan kepadanya, niscaya orang percaya bahwa urusan itu akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itulah Nabi Muhammad SAW dijuluki oleh penduduk Mekkah dengan gelar “Al Amin” yang artinya terpercaya jauh sebelum beliau diangkat jadi Nabi. Apa pun yang beliau ucapkan, penduduk Mekkah mempercayainya karena beliau bukanlah orang yang pembohong.
“Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya bagimu.” [Al A'raaf/7: 68]
Mustahil Nabi itu khianat terhadap orang yang memberinya amanah.
Ketika Nabi Muhammad SAW ditawari kerajaan, harta, wanita oleh kaum Quraisy agar beliau meninggalkan tugas ilahinya menyiarkan agama Islam, beliau menjawab:
”Demi Allah…wahai paman, seandainya mereka dapat meletakkan matahari di tangan kanan ku dan bulan di tangan kiri ku agar aku meninggalkan tugas suci ku, maka aku tidak akan meninggalkannya sampai Allah memenangkan (Islam) atau aku hancur karena-Nya”……
Meski kaum kafir Quraisy mengancam membunuh Nabi, namun Nabi tidak gentar dan tetap menjalankan amanah yang dia terima.
Seorang Muslim harusnya bersikap amanah seperti Nabi.
Fathonah
Fathonah artinya Cerdas. Mustahil Nabi itu bodoh atau jahlun. Dalam menyampaikan 6.236 ayat Al Qur’an kemudian menjelaskannya dalam puluhan ribu hadits membutuhkan kecerdasan yang luar biasa.
Nabi harus mampu menjelaskan firman-firman Allah kepada kaumnya sehingga mereka mau masuk ke dalam Islam. Nabi juga harus mampu berdebat dengan orang-orang kafir dengan cara yang sebaik-baiknya.
Apalagi Nabi mampu mengatur ummatnya sehingga dari bangsa Arab yang bodoh dan terpecah-belah serta saling perang antar suku, menjadi satu bangsa yang berbudaya dan berpengetahuan dalam 1 negara yang besar yang dalam 100 tahun melebihi luas Eropa. Negara tersebut membentang dari Spanyol dan Portugis di Barat hingga India Barat.
1. Menegakkan Kalimat tauhid (kalimat : Laa ilaaha illallaah)

· Firman Allah SWT didalam kitab suci Al-Qur’an:
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh935Rvm5fwboZrwf-I0rFpZVCy2JcdYx2hLDZ1lm0lsulo0uiJQznpzDQ1vDCW_RWAIqzr2KOY_wsdP7Uv3auesvWdqV_PB9dk6TwsxVkboOMzZ1Ph_s0q9aD7LjXWJwuScHJkl4DxXg0/s320/al+anbiyaa+25.jpg

“Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.” (QS. Al-Anbiya: 25)



2. Menyeru manusia untuk menyembah hanya kepada Allah.

· Firman Allah SWT :
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYRPQ7VltYZcwXmN7890vPvYNMyRVkN6e9so_sqY7ksONKDYBEda9G9bmB_4IFo6qxeANMvqwQtvL8rxcClTo4pLbVjK9YIeeTRPpCAVREKP1kljdXZV8RPuoVynuiHfKT88qRh7zuWtI/s320/an+nahl+36.jpg


“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat untuk menyerukan : “Sembahlah Allah saja dan jauhilah thoghut….” (QS. An-Nahl: 36)

3. Membawa Rahmat

· Allah SWT berfirman didalam kitab suci Al-Qur’an:

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUUG0tSFtKqNI-4nDMd5vELL_IEnIE6FB4pOFRGE5ItU2qrJsj0rBgJqJlNkkmbYyMGVqrKIgMSEiJILx6uqmk7YVPiGxL_H8XgaRLoZm92QZy2TQFBio5ENNp6hS9uMOOfOnG2MNVZ_I/s320/al+anbiyaa+107.jpg


“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya: 107)

4. Memberikan petunjuk kejalan yang benar.

· Allah SWT berfirman:

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjl3UCDwI3jc_STsg2LFFnAf45BhFX85VggumeGfvw5RUHXtDgsY47HmOatljpEIxnPgZaT4TpvzRtDiHiEWJ27zZjgEMG5o9Pp3OVYBjZ_kC7-ciktS1ZkxY5HK7I5iQbRIFsOyn35PfY/s320/al+fathir+24.jpg


“Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran, sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan…” (QS. Fathir: 24)

5. Memberi peringatan kepada manusia

· Allah SWT Berfirman:

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrLJC2My6jzZVTi2dXafvUk0ghWCM_E3esn0d1KVpaauCzMHgU1UgGj2AiUBf-ZL4UcOTlUvrVTNJ1FsBFf4tsKe2di_aDSVJz3SYRYsILJtk50IGk4s96TRbfe6AQ8tfdQElTYBv5zRQ/s320/al+an+am+48.jpg



“Dan tidaklah Kami mengutus para Rasul itu, melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan …” (QS. Al-An’am: 48)

6. Memberi suri teladan yang baik.

· Nabi Muhammad SAW bersabda:


“Sesungguhnya aku diutus semata-mata untuk menyempurnakan akhlak.” (HR. Ahmad)
وَمِنْهُم مَّن يُؤْمِنُ بِهِۦ وَمِنْهُم مَّن لَّا يُؤْمِنُ بِهِۦ ۚ وَرَبُّكَ أَعْلَمُ بِٱلْمُفْسِدِينَ
Di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepada Al Quran, dan di antaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan.
مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ أَنَّهُۥ مَن قَتَلَ نَفْسًۢا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِى ٱلْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ ٱلنَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَآ أَحْيَا ٱلنَّاسَ جَمِيعًا ۚ وَلَقَدْ جَآءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِٱلْبَيِّنَٰتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِّنْهُم بَعْدَ ذَٰلِكَ فِى ٱلْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ
Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.
(QS: Al-Maidah Ayat: 32)
·         Kaum yang didakwahi rasullulah saw tidak semuanya beriman
·         Alllah swt adalah zat   yang maha mengetahui orang2 yang berbuat kerusakan
·         Kita harus bersikap toleran kepada mereka yang tdk beriman
·         Salah satu bentuk seikpa toleran adalah menyerahkan semua pekerjaan mereka sesua  keyakinan dan kita tidak mengikuti tidakmengikuti keyakinan yang merek anut
·         Contoh ucapan yang menceerminkan sikap toleran : untuukk agamaku, dan untukmu agamam

·         Berbuat kerusakan di muka bumi sama dengn MWMBUNUH GENAERASI MANUSIA YANG ADA
·         MEMELIHARA HAK SESEORANG SESAMA MANUSIA SAMA HLA HALNYA DENGAN MEMELIHARA
·         BANI ISRAIL ADALAH KELOMPOK BANGSA YANG BANYAK MELAMPAUI BATAS MESKIPUN TELAH DIDAKWAHI OLEH PARA RASUL ALLHA DENGAM MEMBAWA SEJUMLAH BUKTI DAN KETERANG YANG SANGAT JELAS

Berbagai perbedaan ya ada di masyaraakat yang harus kita sikapi dengan penuh toleransi di antaranya adalah sebagai berikut .
a.     Perbedaan dalam masalah  keyakinan dan kehidupan beragama
b.     Perbedaan dalam masalah bahasa dan suku bangsa
c.     Perbedaan dalam masalah budaya dan adat istiadat
d.     Perbedaan dalam masalah politik, hak pilij, dan lain sebagainya.
Prilaku yang menunjukkan sikap toleransi :
Ø  Sikap toleransi dalam hal keyakinan dan kehidupan agama
-       Mengakui adanya berbegai keyakinan dan keragaman beragama
-       Tidak memaksa orang lain memilih agama sesuai dengaan agama kita
-       Membiarkan orang lain untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama kita
-       Membiarkan orangg lain untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan keyakinannya masing-masing
-       Tidak menggangu mereka saat beribadah
-       Menghilangkan rasa curiga dan burus sangka terhadap mereka yang berlainan agama
-       Saling memberikan bantuan social
Ø  Sikap toleransi dalam hal budaya dan adat istiadata
-       Mengakui adanya berbagai budaya dan adat istiadat
-       Mempersilakan orang lain untuk mengembangkan budaya dan dan istiadat masing2
-       Tidak saling menjelekk-jelkkan budaya dan adat istiadat antara satu dengan yang lainnya
-       Memberikan dukungan dan apresiasi terhadap siapa saja yang telah berusaa melestarikan dan mengembangngkan budaya serta adat istiadatnya yang tidak bertentangan dengan agama dan keyakinan islam
-       Mennjadikan budaya dan adat istiadat sebagai perekat keutuhan bangsa dan Negara dengan berbagai aksi kegiatan social
Ø  Sikap toleransi dalam hal bahasa dan suku bangsa
-       Mengakui adanya keragaman bahasa dan suku bangsa
-       Menghormati orang lain yang menggunakan bahasa sesuai dengan suku bangsanya masing-masing.
-       Tidak saling menghina dan merendahkan suku bangsa lain yang penuh denga keunikan
-       Ikut serta dalam melestarikan warisan bahasa dan suku bangsa yang ada
Ø  Sikap toleran dalam hal politik dan menentukan hal pilih
-       Mengakui adanya perbedaan kehendak dalam berpolitik dan menetukan hak pilih
-       Menghargai mereka yang berbeda engan kita alam menyalurkkan
-       Tidak memaksakan hak pilih orang lain
-       Tidak saling menjatuhkan dan merendahkan hak pilih orang lain
-       Bekerja sama  dalam ksi kegiatan

Prilaku yang mencerminkan kerukan
-       Menjaga kebersamaan dan tali silaturahmi dengan berbagai aktivits positif
-       Bersikap rendah hati dan bertawaduk terhadap sesama manusia
-       Mengakui dan menghormati setiap perbedaan yang ada di sekitar kita
-       Memiliki kepekaan social yang tinggi terhadap masyrakat dan lingkungan yang ada di sekitarnya
-       Menjaga perasaan orang lain agar tidak tersakiti dengan apa yang kita ucapkan dan apa kita lakukan
-       Mendahulukan musyawarah atau komunikasi dalam setiap menyelesaikan masalah
-       Memaffkann orang-orang yang melakukan kesalahan terhadap kita


toleransi : sikap peduli dengan sesama
kerukunan : suasana dalam suatu tempat tanpa adanya kerusuhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar