Berbagai permasalahan dan problematika yang dihadapi Indonesia
semakin hari bagaikan sebuah bom waktu yang bisa meledak kapan saja. Salah satu
permasalahan yang sampai saat ini seakan tak
berujung adalah pengaruh pertambahan jumlah penduduk terhadap kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara.
Indonesia terdiri atas kurang lebih 13.000 pulau yang
membentang dari Sabang sampai Merauke.
Tersebarnya ribuan pulau dalam 34 provinsi
ini membuat keanekaragaman suku, ras, agama, dan kebudayaan tak terhindarkan.
Dari data sensus penduduk terakhir yang
dilakukan BKKBN (Badan kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) ,
banyaknya laki-laki dan perempuan Indonesia
pada tahun 2010 berjumlah 237,641,326 orang dengan kelompok umur 0 sampai 75 tahun ke atas. Dimana angka ini
masih bisa bertambah , apalagi tiap
tahun jumlah kelahiran bayi di Indonesia mencapai sekitar 4,5 juta bayi.
Indonesia yang merupakan Negara ke-4 yang memiliki penduduk
terbanyak di dunia , harus sigap dalam meningkatkan pertahanan negaranya baik
dari ancaman internal maupun dari luar negeri demi kelangsungan hidup
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai satu tujuan .dimana salah
satu yang terpenting adalah aspek kependudukan, Bila pertambahan penduduk tidak
seimbang dengan tingkat pertumbuhan ekonomi dan tidak diikuti dengan usaha
peningkatan kualitas penduduk sehingga akan menimbulkan permasalahan sosial
dalam bermasyarakat, berbangsa , dan bernegara.
Hal ini merupakan
salah satu terjadinya ketidakseimbangan. dan
harus diketahui semakin banyak penduduk semankin banyak perbedaan
yang harus disatukan. Banyak ungkapan
bahwa “perbedaanlah yang menyatukan kita” atau
“hidup akan terasa flat tanpa adanya perbedaan”. Jika ungkapan di atas benar adanya, berikan komentar kamu
tentang bangsa ini . Apakah perbedaan
membuat bangsa kita bersatu? Bukankah pada kenyataannya kita bisa melihat bahwa perbedaanlah yang
tengah mengadu domba bangsa ini, bangsa
yang dipaksa untuk menyatukan semua “perbedaan” dalam satu gugusan.
Pertambahan penduduk yang terus bertambah inilah yang menjadi
celah masuknya serangan dari luar Indonesia . yang secara alamiah membentuk
berbagai macam komunitas atau organisasi
yang sekarang banyak muncul di tengah masyarakat kita. Disinilah pengaruh luar
masuk dengan mudahnya dan dapat membwa konflik ke kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara Indonesia. contohnya saja gaya hidup remaja kita
sekarang yang semakin mengagung-agungkan budaya barat yang mana dapat membuat
kita menjadi masyarakat yang memiliki sikap individualistik yang tinggi. Dan
inilah yang menjadi hambatan kesatuan
kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka Sangat penting diperhatikan bahwa
kondisi objektif bangsa Indonesia adalah masyarakat yang berwawasan Pluralistik
, yaitu hidup dan berkehidupan antar suku, agama, ras/etnis dan antar golongan
,Oleh karena itu perlunya menjaga/memelihara
kesatuan ini , terutama menyangkut Religious Literacy , sambil menjaga
tentang moral, etika dan akhlak dalam hidup dan kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara.
Penduduk yang banyak juga, menyebabkan Masyarakat Indonesia hidup dalam kemajemukan. Kemajemukan
yang dimiliki bangsa Indonesia ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi
berfungsi sebagai faktor pemersatu, di sisi lain dapat menjadi jurang pemisah
yang tajam dan berimbas pada ancaman perpecahan bangsa. Kemajemukan ini
berpotensi membantu Indonesia untuk menjadi negara yang lebih maju jika
dikelola bersama. Sebaliknya konsepsi masyarakat majemuk menyiratkan bisa
dominasi salah satu budaya dengan pandangannya yang cenderung stereotip etnik
(pandangan umum suatu kelompok etnis terhadap kelompok etnis lain). Pada
akhirnya konsepsi ini justru dapat mengancam solidaritas sosial dan berujung pada disintegrasi bangsa.
Oleh karena itu, denotasi majemuk yang melekat pada diri bangsa Indonesia harus
dihilangkan.
Banyaknya penduduk inipun
memunculkan adanya kaum mayoritas dan minoritas. Hubungan antara kaum mayoritas
dan minoritas sering menimbulkan konflik sosial yang ditandai oleh sikap
subyektif berupa prasangka dan tingkah laku yang tidak bersahabat, Kaum
minoritas seringkali dihadapkan dalam situasi yang mengharuskan mereka
untuk beradaptasi di lingkungan kaum mayoritas. Hal yang dapat memicu rusaknya
kehidupan bermasyarakat , berbangsa dan bernegara.
Dari semua pengaruh yang ditimbulkan oleh pertambahan penduduk di Indonesia
ada solusi dan tindak lanjut yang bisa ditawarkan . seperti, kita ikut serta dalam
sosialisasi program generasi berencana (Genre) yang
dilaksanakan oleh BKKBN , untuk mengajak remaja mulai merancang kehidupannya,
dari merencanakan usia perkawinan, masa hamil, jarak kehamilan hingga jumlah
anak , untuk menciptakan penduduk yang memiliki kualitas hidup yang baik di
masa yang akan datang. Dan Mulai saat ini marilah belajar untuk saling
menghargai perbedaan yang ada. Untuk saling mempedulikan satu sama lain
sekalipun kita sangat jauh berbeda dan sangat banyak . Jangan biarkan ambisi
kita untuk melihat adanya keselarasan dengan cara menggeserkan segala perbedaan
yang ada dan menyatukannya demi membentuk kehidupan bermasyarakat , berbangsa ,
dan bernegara yang tentram.dan ingatlah perkataan John F. Kennedy bahwa,
“Jika kita tidak bisa mengakhiri
perbedaan-perbedaan kita, paling tidak kita dapat membuat dunia untuk menjadi tempat yang aman bagi
keanekaragaman.”