viewers

Sabtu, 07 Februari 2015

Pengaruh Pertambahan Penduduk terhadap kehidupan Bermasyarakat

Berbagai permasalahan dan problematika yang dihadapi Indonesia semakin hari bagaikan sebuah bom waktu yang bisa meledak kapan saja. Salah satu permasalahan yang sampai saat ini seakan tak  berujung adalah pengaruh pertambahan jumlah  penduduk terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Indonesia terdiri atas kurang lebih 13.000 pulau yang membentang  dari Sabang sampai Merauke. Tersebarnya ribuan pulau dalam 34 provinsi  ini membuat keanekaragaman suku, ras, agama, dan kebudayaan tak terhindarkan. Dari data sensus penduduk  terakhir yang dilakukan BKKBN (Badan kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) , banyaknya laki-laki dan perempuan Indonesia  pada tahun 2010  berjumlah  237,641,326 orang  dengan kelompok umur  0 sampai 75 tahun ke atas. Dimana angka ini masih bisa bertambah , apalagi  tiap tahun jumlah kelahiran bayi di Indonesia mencapai sekitar 4,5 juta bayi.
Indonesia yang merupakan Negara ke-4 yang memiliki penduduk terbanyak di dunia , harus sigap dalam meningkatkan pertahanan negaranya baik dari ancaman internal maupun dari luar negeri demi kelangsungan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai satu tujuan .dimana salah satu yang terpenting adalah aspek kependudukan, Bila pertambahan penduduk tidak seimbang dengan tingkat pertumbuhan ekonomi dan tidak diikuti dengan usaha peningkatan kualitas penduduk sehingga akan menimbulkan permasalahan sosial dalam bermasyarakat, berbangsa , dan bernegara.
            Hal ini merupakan salah satu terjadinya ketidakseimbangan. dan  harus diketahui semakin banyak penduduk semankin banyak perbedaan yang  harus disatukan. Banyak ungkapan bahwa “perbedaanlah yang menyatukan kita” atau  “hidup akan terasa flat tanpa adanya perbedaan”. Jika ungkapan di  atas benar adanya, berikan komentar kamu tentang bangsa ini . Apakah  perbedaan membuat bangsa kita bersatu? Bukankah pada kenyataannya  kita bisa melihat bahwa perbedaanlah yang tengah mengadu domba  bangsa ini, bangsa yang dipaksa untuk menyatukan semua “perbedaan” dalam satu gugusan.
Pertambahan penduduk yang terus bertambah inilah yang menjadi celah masuknya serangan dari luar Indonesia . yang secara alamiah membentuk berbagai macam  komunitas atau organisasi yang sekarang banyak muncul di tengah masyarakat kita. Disinilah pengaruh luar masuk dengan mudahnya dan dapat membwa konflik ke kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara Indonesia. contohnya saja gaya hidup remaja kita sekarang yang semakin mengagung-agungkan budaya barat yang mana dapat membuat kita menjadi masyarakat yang memiliki sikap individualistik yang tinggi. Dan inilah yang menjadi hambatan  kesatuan kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka Sangat penting diperhatikan bahwa kondisi objektif bangsa Indonesia adalah masyarakat yang berwawasan Pluralistik , yaitu hidup dan berkehidupan antar suku, agama, ras/etnis dan antar golongan ,Oleh karena itu perlunya menjaga/memelihara  kesatuan ini , terutama menyangkut Religious Literacy , sambil menjaga tentang moral, etika dan akhlak dalam hidup dan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Penduduk yang banyak juga, menyebabkan  Masyarakat Indonesia hidup dalam kemajemukan. Kemajemukan yang dimiliki bangsa Indonesia ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi berfungsi sebagai faktor pemersatu, di sisi lain dapat menjadi jurang pemisah yang tajam dan berimbas pada ancaman perpecahan bangsa. Kemajemukan ini berpotensi membantu Indonesia untuk menjadi negara yang lebih maju jika dikelola bersama. Sebaliknya konsepsi masyarakat majemuk menyiratkan bisa dominasi salah satu budaya dengan pandangannya yang cenderung stereotip etnik (pandangan umum suatu kelompok etnis terhadap kelompok etnis lain). Pada akhirnya konsepsi ini justru dapat mengancam solidaritas  sosial dan berujung pada disintegrasi bangsa. Oleh karena itu, denotasi majemuk yang melekat pada diri bangsa Indonesia harus dihilangkan.
Banyaknya  penduduk inipun memunculkan adanya kaum mayoritas dan minoritas. Hubungan antara kaum mayoritas dan minoritas sering menimbulkan konflik sosial yang ditandai oleh sikap subyektif berupa prasangka dan tingkah laku yang tidak bersahabat,  Kaum  minoritas seringkali dihadapkan dalam situasi yang mengharuskan mereka untuk beradaptasi di lingkungan kaum mayoritas. Hal yang dapat memicu rusaknya kehidupan bermasyarakat , berbangsa dan bernegara.

Dari semua pengaruh yang ditimbulkan oleh pertambahan penduduk di Indonesia ada solusi dan tindak lanjut yang bisa ditawarkan . seperti, kita ikut serta dalam sosialisasi  program generasi berencana (Genre) yang dilaksanakan oleh BKKBN , untuk mengajak remaja mulai merancang kehidupannya, dari merencanakan usia perkawinan, masa hamil, jarak kehamilan hingga jumlah anak , untuk menciptakan penduduk yang memiliki kualitas hidup yang baik di masa yang akan datang. Dan Mulai saat ini marilah belajar untuk saling menghargai perbedaan yang ada. Untuk saling mempedulikan satu sama lain sekalipun kita sangat jauh berbeda dan sangat banyak . Jangan biarkan ambisi kita untuk melihat adanya keselarasan dengan cara menggeserkan segala perbedaan yang ada dan menyatukannya demi membentuk kehidupan bermasyarakat , berbangsa , dan bernegara yang tentram.dan ingatlah perkataan  John F. Kennedy bahwa, “Jika kita tidak bisa  mengakhiri perbedaan-perbedaan kita, paling tidak kita dapat membuat  dunia untuk menjadi tempat yang aman bagi keanekaragaman.” 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar