Pada suatu hari diwaktu malam, saat aku memberitahukan
harapanku untuk memiliki notebook dan hardisk
yang baru , kepada ayahku. Ayahku tidak saja serta merta menerima permintaanku itu. Cukup negosiasi
yang cukup panjang hingga ayahku menerima permintaanku.
Akupun berpikir, bagaimana caraku untuk dapat
meluluhkan hati ayahku ?. Aku menuju ke ruang keluarga menghampiri ayahku yang
sedang duduk manis sambil menonton berita di tv. Aku menyapa ayahku sambil
berbicara seadanya sebelum masuk ke pembicaraan utamaku.
Tiba-tiba
ayahku membahas mengenai tombol laptopku yang sudah rusak. Akupun menjawab
dengan sangat antusias “ ya tombolnya sudah rusak padahal setelah liburan itu
aku sangat mebutuhkannya untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah”. Ayahkupun
bersedia menerima permintaan itu namun , ayah hanya akan membelikan yang merk
Lenovo. Sejujurnya aku mengingkan notebook Samsung, namun ayahku menolaknya.
Ayahku mengatakan “jika kubelikan notebook Lenovo akan kebelelikan bersama
hardisk tapi jika kubelikan notebook Samsung jangan berharap untuk dibelikan
hardisk.
Selama
beberapa detik aku terdiam, memikirkan tawaran ayahku. Aku berpikir keuntungan
dan kerugiannya. Akhirnya akupun menerima tawaran awal ayahku untuk dibelikan notebook
merk Lenovo beserta hardisk. Dan ayahku berjanji untuk membelikannya pada saat
liburan akan berakhir. Tidak lupa ayahku berpesan agar barangnnya dijaga dan
dirawat dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar